Berita

Perbaikan Access Bridge Diluar Prediksi

Perbaikan Access Bridge Diluar Prediksi

9 November 2021

Surabaya – Dalam upaya pemeliharaan dan optimalisasi fungsi jembatan, PT.Terminal Petikemas Surabaya (PT TPS) menggandeng PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA) sebagai pelaksana proyek perbaikan access bridge. Fokus bisnis PT BIMA pada industri kepelabuhanan yang juga merambah sisi fasilitas dan infrastruktur kepelabuhanan menjadi salah satu pertimbangan kolaborasi ini dapat terjalin.

Perbaikan struktur access bridge sepanjang kurang lebih 285 meter yang terdiri dari 171 balok/girder ini menggunakan platform dari bambu yang lebih awet jika terendam air laut saat pasang dan metode pekerjaan injeksi bertekanan, dilanjutkan dengan metode protective coating dan ditutup dengan metode pengujian dengan ultrasonic pulse velocity sebagai penjamin mutu pekerjaan.

Rencananya proyek ini dikerjakan selama 150 hari atau 22 minggu, namun PT BIMA mampu menyelesaikan 100% dalam kurun waktu 18 minggu. Meski demikian hal ini justru menjadi satu tantangan bagi PT BIMA untuk memastikan hasil yang diperoleh dalam kondisi yang maksimal mengingat kerusakan access bridge sebelumnya mencapai 75%.

M. Nafi', Project Leader Access Bridge PT BIMA mengatakan persiapan ketersediaan material dan perencanaan yang matang yang mencakup prediksi pasang surut air laut menjadi salah satu kunci keberhasilan proyek yang digadang sebagai pilot project PT BIMA di area kerja PT. TPS. Selain itu PT BIMA juga memastikan keselamatan karyawan dengan melengkapi administrasi perizinan pekerja mengingat pekerjaan ini berada dalam area terbatas dan sangat bergantung pada kondisi alam.

“Untungnya kami selalu mendapatkan support yang baik dari PT TPS, yang mengijinkan kami untuk mulai bekerja jam 7 pagi, kami juga mendapatkan ID temporari selama jangka waktu pelaksanaan proyek sehingga tidak perlu mengantri untuk penukaran ID pekerja untuk masuk ke area terbatas PT TPS dan Alhamdulillah kami bersyukur pada proyek ini Zero Accident.” ujar M. Nafi'.

Senior Manager Project PT BIMA, Nurlillah Dwinda Wicaksono berkomitmen untuk memberikan pelayanan sepenuh hati mengingat selain access bridge merupakan akses penting dalam kegiatan arus logistik bongkar muat pelabuhan khususnya di area kerja PT TPS tentunya sebagai upaya pengamanan aset Perusahaan. PT BIMA akan terus berupaya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk implementasi nilai inti AKHLAK Kementerian BUMN pada tiap pekerjaan yang dilakukan.

“Tentunya kami akan terus fokus memantau segala perkembangan proyek dan memberikan solusi engineering terbaik,” ujar Nurlillah saat ditemui diwaktu terpisah.

Sebagai ultimate facilities yang high risk, access bridge memerlukan perawatan struktur yang berkala dengan kualitas terbaik. Seperti halnya fasilitas access bridge yang ada di PT Terminal Petikemas Surabaya (PT TPS) yang merupakan satu-satunya akses penghubung mobilisasi aktivitas logistik bongkar muat pelabunan. Nurlillah juga menyebutkan bahwa pihaknya siap mewujudkan PT BIMA sebagai Total Engineering Solution.
(AN/BTKP)