Berita

BIMA Join Kolaborasi, Dukung Pelindo

BIMA Join Kolaborasi, Dukung Pelindo

30 November 2021

Jakarta – Duduk bersama Sister Company, PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA) tanggap dalam memberikan solusi jawaban engineering terhadap maintenance alat berat yang akan dilangsungkan oleh Pelindo Jasa Maritim. Focus Group Discussion (FGD) ini dihadiri oleh jajaran Direksi dari PT Prima Multi Peralatan (PT PMP), PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (PT JPPI), PT BIMA, PT Equiport Inti Indonesia (PT EII) dan dipimpin langsung oleh jajaran Direksi PT Pelindo Jasa Maritim (PT PJM) dilaksanakan di Kawasan Tanjung Priok.

Dalam agenda tersebut PT PJM ingin membangun nilai pembentuk dan membentuk standarisasi kinerja terhadap 4 entitas tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi atas sinergi kolaborasi 4 entitas terkait ketimpangan nilai kolaborasi yang akan segera diwujudkan.

Andriyuda Siahaan Direktur Utama PT BIMA menyampaikan pentingnya penyamaan persepi terhadap pelayanan engineering dan proses bisnis sebelum melangkah  ke jenjang selanjutnya. Hendri Indra Direktur Utama PT PMP mendukung langkah tersebut agar ke 4 entitas yang hadir memiliki Visi dan Misi kolaborasi yang sama.

“Saya setuju atas penyamaan persepsi tersebut, mengingat meski lingkup bisnis kita sama namun proses bisnis kita masih berbeda satu sama lain,” Ujar Indra.

Penyamaan persepsi dan penyetaraan proses bisnis dinilai penting untuk dilakukan mengingat kolaborasi 4 entitas butuh waktu yang tidak sebentar. Sedangkan dinamika bongkar muat Pelabuhan terus menerus mengalami pergerakan, sehingga adaptasi untuk dapat mendukung kinerja PT Pelindo harus terus dilakukan.

Disisi lain proses bisnis yang selama ini telah dilakukan PT BIMA juga telah digunakan di PT EII dalam bentuk sistem ERP yang disebut Centra. Proses bisnis dengan menggunakan aplikasi Centra membawa PT BIMA dan PT EII untuk menjalin kolaborasi yang lebih intim.

Dalam agenda tersebut, PT BIMA membagikan pengalaman tentang pengelolaan maintenance alat berat yang availability alatnya selalu tercapai diatas target yang diberikan. Selain itu cara kerja proses bisnis PT BIMA yang telah terintegrasi, memudahkan monitoring kinerja maintenance alat berat di 18 Cabang yang tersebar diseluruh penjuru nusantara.

Perwujudan nilai inti AKHLAK Kementerian BUMN tidak serta merta dapat dilakukan seperti membalikkan telapak tangan atau hanya digunakan sebagai hasil akhir. Namun nilai yang terkandung didalamnya akan selalu disematkan dalam hati masing-masing insan BUMN untuk dapat meraih keberhasilan bersama.

Selanjutnya agenda penentuan nilai pembentuk serta penyetaraan standarisasi proses bisnis ini akan dibawa ke Grha Indraprasta untuk dapat dipelajari lebih lanjut dan mendalam oleh seluruh entitas yang hadir dalam diskusi tersebut.

(AN/BTKP)